Minggu, 26 Desember 2010

akhir penghujung

kami saling bergelung dalam kebahagiaan
sampai mana selama-lamanya?
aku tak peduli
walaupun tak ku tahu batas dari kata itu
aku hanya mau mendayung bersama dalam sebuah perahu

pohon cemara itu mengerling padaku
rusa tertawa dalam segerombol
matahari berteriak nakal sehingga sinarnya silau
lalu ombak, tersenyum senang hingga memecah gempar
menjadi pelengkap kebahagiaan ini

sayang, bisakah kau lukiskan kebahagiaan kita dalam satu kertas?
dia tertawa, dan mulai mengambil kertas kalkir
mendentingkan kaca-kaca pada botol cat
membuka dan mencampurkannya dalam satu wadah
aku terkejut dan melotot

apa yang kau lakukan?
inilah kebahagiaan kita
dalam kalkir kehidupan
dengan berbagai warna yang tak terlukiskan
aku tersenyum dan menggenggam kebahagiaan utuh

akhirnya selesai juga perjalanan nih puisi. hehe.. kalau mau liat sebelumnya disini, nih. berasa ada yang mau liat aja ya? hehe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar