Sabtu, 14 November 2009

jadi??

Sebenarnya aku tidak tahu dan sulit untuk mengetahui (karena aku telah mencoba mencarinya) atas dasar apa aku mencintainya. Tapi sudah beribu-ribu kali ku coba berfikir, tetap saja tidak menemukan titik terang. Di awal aku merasa senang, karena ada seseorang yang pernah mengatakan kepadaku.. bahwa cinta sejati adalah cinta yang tidak membutuhkan alasan. Bukankah cintaku seperti itu? Tapi apa ini termasuk cinta sejati??
Hmm… setelah aku terawang lebih jauh, dan berfikir lebih dalam lagi, bukankah definisi cinta yang seperti itu salah? Bukan kah seharusnya kita mencintai sesama manusia (tentunya antar lelaki dan perempuan ya..) atas dasar Allah? Bagaimana dengan cinta tanpa alasan?? Bukankah cinta karena Allah adalah alasan? Karena mencintai karena Allah adalah mencintai seseorang atas dasar akhlak yang ia punya. Atas kadar ikhlas dan ke sholihan. Pemikiran ku ini meruntuhkan semangat terdahulu.
Jadi.. seperti apakah rasa cintaku ini? Apa hanya cinta yang tak berguna?? Atau karena rasa cinta terhadap Allah?? Karena, jika ku pikir ulang, rasa cintaku tumbuh seiring berjalannya waktu. Apalagi, dengan satu ungkapan yang mengatakan bahwa perbedaan benci dan cinta sangat tipis, maka.. bukan menutupi itu kemungkinan yang memicu rasa cinta ini?? Atau seperti pepatah jawa yang mengatakan ‘… jalaran soko kulino” cinta yang muncul lantaran sering bertemu.

Hingga kini aku masih bingung dan bertanya-tanya akan alasan ku ini. Ya… alasan mutlak yang bisa meyakinkan keraguan yang selama ini menyelimuti. Aku begitu bimbang harus terus menjaga atau melepaskan cinta ini. Dia.. lelaki yang ku cintai adalah lelaki yang begitu sholih. Begitu patuh akan agama. Apa itu tidak cukup? Memang tidak, karena masalahnya berada pada alasan aku mencintai mu. Aku tergila-gila akan diri mu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar