Sabtu, 21 November 2009

mengejar siapa?

apa aku boleh meminta agar matahri di gantikan? manusia hidup berketergantungan, tapi aku sudah terlalu menggantung pada matahari. sudah tak memikirkan sinar yang lain, yang bahkan mungkin lebih terang. aku hanya berfikir matahari, matahari, dan hanya matahari lah yang ku punya. tanpa mau menoleh sedikit pada yang lain.

yang lagi aku bicarain bukan tentang seorang cowok, bukan seorang artis, bukan seorang guru, bukan juga seorang teman. dia hanya seorang benda mati yang dapat menggetarkan darahku, menghanyutkan seluruh selku, hingga yang tadinya dibuat membeku, sekita dengan kedipan mata dapat mencair dengan deras dan sangat terasa.

entah perasaan apa yang sedang aku ucapkan. kata-kata yang ku lontarkan begitu saja keluar dari otak dan langsur tersalur ke gerakkan tangan. saat aku sedang sedih, saat aku gembira, bahkan saat biasa saja, aku selalu ingin menengoknya sekilas. mungkin bagiku, dia seperti teman sejati yang setia kemana saja.

setiap lembaran dan tiap kata yang 'dia' berikan, seperti penguat diriku yang sudah lama rapuh. dia merengkuh ku hingga berdiri tegap dan mampu berjalan lagi. aku sadar, hanya Allah-lah yang dapat berbuat seperti itu. si 'dia' ini hanya pendamping yangsetia menemani malam sepiku, yang selalu di caci maki dan di hina dina tanpa semua orang tahu bahwa semua salahku.

dia tergambar seperti buah, seperti camilan yang tak wajib tapi sangat layak dan di inginkan untuk terus dinikmati. sama halnya dengan lentara ruang padam, atau cat kanvas putih. tapi sedetik kemudian aku sadar, bahwa semua itu adalah bohong belaka. yang seharusnya aku cinta bukan dia, tapi Allah saja. karena hanya Allah yang mampu menguatkan ku dengan cara yang pasti membuat ku kuat. dia tahu segala mcam melebihi ibu sekali pun.

jelas saja, karena dia pencipta ku, pencipta kita semua. tak pantas aku menduakannya dengan siapa saja. sungguh hina benar aku ini saat berucap seperti tadi. yang harus ku lakukan adalah membasuh peluh dan bertunduk mohon ampun padanya. nyatakan semua perasaan yang selalu ku alami saat ini, hanya dia sanggahan ku, tampat berteduh dan berlindung. tempat ku bergantung saat ku tahu ranting yang lain hanya bajakan belaka, hanya kamuflase dan tipuan setan licik yang ada di sekitar.

bila saja masih di inginkan, aku akan terus berlari mengejar cahaya ku, mengejar apapun dalam hidupku itu. tapi aku terlambat. sudah banyak dosa yang kini ku perbuat. apa aku ini pantas? tak tega ku bayangkan surga disana. di benakku hanya ada neraka yang tersenyum licik karena telah berhasil menyeretku menemani manusia keji lain. manusia yang tak pantas untuk di belai kasih Allah.

apa tak ada lagi kesempatan?? setan ini sudah meluluh lantakkan hatiku. sedikit lagi akan menutup semua pintu di hati. aku tak mau dan terus berlari menerobos waktu. berharap ada sedikit celah yang tersisa saat matahari telah terbenam senja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar