Sabtu, 14 November 2009

lepas itu susah

Aku gak bisa melepaskanmu begitu saja. Aku gak akan bisa melihatmu pergi jauh tanpa ada kata-kata di antara kita. Karena saat ini, kau semakin menjauh.. aku tak pernah melihatmu sekalipun. Baik di rumah, sekolah, atau di tempat-tempat yang sering ku temui dirimu. Tanpa sengaja aku telah sibuk ke dunia ku, tanpa sadar bahwa aku melupakan dunia kita. Apa kamu juga sudah pulang ke duniamu? Kurasa begitu, sekarang kita tak lagi sailing kenal, tak lagi ada senyum dan salam.

Semua terasa hambar bagiku. Melakukan tugas bagiku kini, adalah sebuah kewajiban semata tanpa ada rasa penasaran ingin tahu. Belajar hanya rutinitas dalam semua jadwal kegiatan yang kujalani. Aku.. seperti punah di antara manusia maju, seperti tenggelam di dalam butiran pasir laut, atau mungkinkah ku tenggelam dalam segitiga Bermuda disini?? Itu tidak lucu. Sungguh menyakitkan. Hatiku seperti datar, tawar, kosong, dan lemah juga rapuh. Kini, jika sedikit di sentuh saja,mungkin akan langsung terluka, akan tergores beberapa baretan. Menjadikan ku kebal juga, kebal akan semua rasa manusia, selain yang berurusan dengan aku.

Sekarang aku telah tercemar ulah manusia, manusia begitu tajam, menyakitkan, tanpa peduli perasaan setangkai bunga yang ia cabut, seekor semut yang ia injak, bahkan pada anak nyamuk yang sedang mencari makanan. Betapa kejam dan sadisnya, tapi itulah.. karena bagi manusia ada yang lebih kejam, di balik itu semua. Itu adalah… hati. Perasaan sedih dan senang di olah disana, di jadikan membuih atau tak ada. Mudah saja berubah karena rentan. Karena dia lebiah rapuh lagi, hanya dengan hembusan nafas ia bisa tersakiti, tapi mengobati sakitnya, dengan topan saja belum tentu sembuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar