Sabtu, 14 November 2009

kalau dulu-dulu bisu adalah andalan mu, tapi kenapa sekarang kau begitu ragu?? seperti ada hal yang mengganjal di ulu hati, kamu berusaha mengeluarkannya sekuat tenaga. sebisa mungkin menggunakan caramu sendiri. memang agaknya begitu aneh, tapi aku baru sadar.. bahwa selama ini tatapanmu telah lama mengawasi sudut gerakku.

ku kira bumi sangat luas. dari afrika, eropa, asia, amerika, dan entahlah yang lain lagi. ku kira semua ada sekat, tapi tak begitu jalannya. aku yang selalu mengoceh penuh kegirangan.. tak sadar bahwa tatapan bisu telah menghantui tahun-tahun indahku.

mengapa aku tak sadar?? itu adalah hal yang tak mungkin aku lupakan, tak mungkin aku lepaskan. tangan bertemu tangan, tatapan dibalas tatapan, rindu pun di hantam rindu. ternyata semua berjalan seperti itu. aku benar-benar merasa tak berdaya, karena kau berdiri di pihak maya.

terimakasih untuk segala cinta, segala harapan dan segala dukung topangan yang telah engkau beri. tapi rasa sakit ini sudah mulai menguasai ragaku. aku mulai merasakan sakit ini lagi. sakit yang tumbuh dan mengahntui ku di saat yang tak pasti. aku ragu dan ingin mundur dari semua ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar