Senin, 09 November 2009

masa depan

Masa depan? Dengan cita-cita?


Kalau dibilang masa depan, pasti langsung kebayang berhasil deh. Yaiyalah… siapa sih, manusia yang pengen gagal?? Tentu gak ada.
Kalau dilihat dari sikon sekarang, mengenai ,masa depan icha sih, pengennya.. (baru pengen loh..) banyak. Secara icha tukang nuntut, jadi keinginannya juga banyak. Mulai dari ekonomi, karier, keluarga, teman, sama yang lain deh. Icha juga gak mau jadi orang yang gagal karena gak merencanakan masa depan. Cuma.. gimana nih.. udah mikir sejauh itu, tapii usaha tetep aja gak jalan-jalan. Mangkannya, sekarang mau nata ulang lagi.

Pertama. Euummm?? Nanti kalau udah gede mau jadi dokter aja kali ya?? (hahaha… mentok disini??)
Sebenernya ada beberapa nominasi lagi sih.. tukang puisi (gak nyangka selama ini icha udah banyak bikin puisi lebaaaay), atau yang berhubungan sama sastra deh, kaya penulis-penulis yang gitu. Selain menghasilkan duit yang lumayan (kalau laku itu juga. Hehehe), pekerjaan ini juga termasuk hobi yang paling icha suka di sepanjang hari, kata-kata icha bisa ngalir gitu aja tanpa di suruh lagi. Tanpa perlu mikir, kerja kaya gini bisa bikin aku nyaman karena ini juga sebagian dari ajang curhat icha. Hwehehehehe….. tapi tulisan icha masih acak begini.

Lain halnya kalau jadi fotoghrafer (entah nulisnya gimana). Ini juga termasuk hobi yang sedang icha gemari. Tapi biasanya, icha bakal jepret foto-foto jail (ex: orang ngupil, orang bersin, dan tampang-tampang geleuh lainnya). Dan pernah sih, ada yang melototin gara-gara tindakan itu. Tapi ya… kalau dipikir-pikir, ini kerjaan emang asiiiik banget, Cuma tergantung suasana hati sih. Kalau lagi jelek, hasilnya juga bisa jelek sejelek-jeleknya. Tapi kalau bagus, bisa indah dan menawan (pede amat gue).

Desainer mungkin juga. Kalau ini beresiko berat, man!! Kenapa? Karena saya bukanlah penggambar yang handal (apa sambungannya ya?? Ya nyambung ama gambar si patung dooong). Dari dulu sudah tercetus ide-ide gila dalam otak yang meluncur sia-sia karena selalu gagal dan stress duluan sebelum gambar itu berakhir. Bayangin ajaa, icha kalau gambar tangan itu… bisa bengkak-bengkok.. terus entar bahunya penyok, jangan piker sama kakinya! Kadang gede sebelah, kadang malah lecek gara-gara kebanyakan di hapus (gak pede, tau!).

Gimana kalau jadi arsitek?? Wah… ini sih bakat turunan dong! Tapi lagi-lagi tapi, masalahnya juga sama aja sama jadi desainer. Aku bisa putus asa dan gak bakal nyentuh kertas lagi kalau memilih pendamping yang ini! Bakal ada teriakan-teriakan nan rusak yang bikin orang budek di rumah tau dimanapun aku berada saat iitu. Mangkannya, gara-gara ini, aku jadi sering nongkrong di depan computer untuk membuat beberapa desain rumah dari ‘the sims2’, dan betapa GIRANGnya aku saat permainan itu rusak dan eror, semua data hilang, dan mengahancurkan beberapa karya ku yang lain. (lebaaaaaaaay….)

Penyanyi. Bukannya geer, tapi banyak yang bilang suara icha itu indah daan menghanyutkan. Ha.. ha.. ini juga (lagi), termasuk hobi yang aku geluti dari kecil. Cumin, aku sempet minder juga. Habis banyak oramg lain yang lebih bagus lagi! Tapi akhirnya aku sadar, kalau memang banyak sekali manusia di dunia ini, dan kita gak perluu repot-repot, karena kita juga mempunyai keunikan tersendiri. Resiko dari pekerjaan ini, apa mungkin aku bakal di terima?? Kan belum tentu juga. Mengingat banyaknya artis dan band yang muncul di industri permusikan (haha.. gatau benernya ah) kita iniiiii.

Guru yang berbudi (pak budi…), gimana kalau yang ini?? Pekerjaan ini memang menyenangkan sekali! Apalagi jika yang diatangani adalah anak-anak TK yang imut tapi bandel?? Asiik. Dunia yang semakin canggih ini sebenarnya begitu mudah kita lewati, tapi kadang… kita yang terlalu berlebihan dalam menghadapinya (aku termasuk yang seperti itu) malah meperkeruh keadaan. Jika kita punya bakat, kita dapat bekerja. Bahkan… hanya dengan keahlian menjahit, kita bisa menjadi guru jahit yang cukup hebat jika menekuninya. Karena sekarang semua orang ingin dilayani, maka ini juga termasuk kesempatan emas yang harus dimanfaatkan.

dari musik, kita juga bisa menjadi seorang pianis, pemain biola, gitar, drum, dan alat music lainnya. Aku juga suka akan music, tapi masih butuh pembelajaran untuk memainkannya. Musik itu hal yang menyenangkan, bisa menenangkan juga. Kadang jika sedang jenuh dan buram, kita bisa memainkan sebuah lagu untuk menghanyutkan perasaan, dan membuatnya jauh lebih baik. Dan pekerjaan yang mengasyikan akan membuat kita mencintainya, dan berusaha untuk menjadi semakin baik dan terus baik.

Banyak lagi yang ingin ku gapai dalam cita-cita ini. Memang sudah seharusnya kita mencari cia-cita seluas samudera di dunia, bahkan jangan ragu untuk bwemimpi setinggi langit. Karena mimpi adalah kenyataann di esok hari.. aku usulkan semua cita-cita itu sama ibu, tapi ibu menolaknya secara telak semua. Aku bingung dan tak mengerti terhadap penolakan itu, lalu aku dapatkan penjelasan yang sesungguhnya atas semua ini.

Ternyata… pemikiran ibu len=bih mendalam. Katanya, semua yang aku ajukan adalah sebuah hobi, hobi yang dapat di cari melalui les-les kecil di sini. Kata ibu, masa depan itu harus kita tentukan masak-masak, karena itu adalah awal dimana kita akan meraih kebahagiaan dan kehidupan yang sesungguhnya. Mulai dari penulis sampai penyanyi, aku bisa mencari semua ilmu itu di tempat les. Sementara dengan pendidikan yang aku tempuh di universitas nanti, harus yang benar-benar sohih dan terpercaya hasilnya. Lalu… ibu malah mengusulkan ku masuk di kedokteran. Dia fikir.. kedokteran adalah yang terbaik di antara minat ku yang lain.

Sejak kecil, aku memang sudah di arahkan untuk menjadi dokter oleh bapak dan ibu. Mungkin ini menyangkut dengan cita-cita bapak dulu yang belum sempat tercapai (film banget ya? Tapi emang bener kok). Bapak berharap jika saja bisa, ingin sekali semua anaknnya menjadi seorang dokter. Berhubung aku anak pertama, jadi.. akulah manusia pertama yang ditawari beliau. Sedangkan arya?? Dia ingin menjadi seorang pilot (awalnya), lalu berubah menjadi jaksa (karena melihat drama korea yang di tonton ibu), dan sekarang katanya ingin menjadi seorang hacker (oooh… kacau). Tapi aku bantai dia habis-habisan jika itu benar terjadi. Sedangkan dhaifa yang tidak tahu apa-apa… menjawab ingin menjadi seorang tukan parkir di bpe (bintang pelajar, tempat les). Kacau ya.. hahaha

Memang benar, menjadi dokter adalah idaman setiap anak. Bayangkan saja, bisa menolong orang dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar?? Siap yang tolak. Dan pertimbangan ibu lainnya, pekerjaan ini bisa di lakukan di rumah (ibu berfikir seperti ini, karena dia wanita kantoran. Hehe), dengan membuka praktek sendiri. Dan dengan begitu kita bisa tetap mengurus keluarga dengan baik(dari pengalaman ibu nih. Ahahaah), anak bisa di perhatikan, dan suami gak ngoceh-ngoceh (kattanya…). Selain itu, ku fikir… ini semua memang bagus, jika aku bisa memanfaatkan uang orang tua untuk bersekolah dengan baik, dan denagn tekun membangun karier?? You’re dream be the truth ce….

Tapi dengan itu semua, aku harus berusaha super keras. Aku juga harus bersahabat dengan buku-buku tebal nan indah (sayangnya bukan novel) yang tertata rapih di tempat terkutuk. Hahahaha. Karena sesuatu yang bagus gak bisa begitu saja kita dapat dalam genggaman tanpa usaha. Maka dari itu… icha akan berusaha dengan sangat super duper keras untuk mewujudkannya. Aha aha ahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ……………..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar